Translate

25 Maret, 2026

Review: Summer Heartbeat – A Fresh Escape to the Rural Side of Korea

 



I just finished Summer Heartbeat with a total of 16.1 gameplay hours under my belt. Out of the 160 available achievements, I managed to secure 55 of them. While playing, I stuck to my personal rule for all FMV games: avoiding "Bad Endings" at all costs because I prefer the most seamless experience possible. Based on that journey, here is my full breakdown.


                             

Summer Heartbeat really captures that authentic rural Korean atmosphere. Storytaco nailed the immersive side of things; interacting with the locals felt genuine, almost as if I were being pulled right into their world. Even though the core plot—dealing with debt and starting a business—is a pretty common trope, the execution felt surprisingly fresh. I truly appreciate how Storytaco consistently finds a way to put a new spin on every title they release.

Story Pacing

The pacing is quite snappy. During my first run, I noticed that finishing one character’s ending takes about 2.3 hours. This is much more concise compared to other Storytaco titles, where I usually spend around 3.6 hours to reach a single ending. It keeps things moving without feeling dragged out.

A More Mature Protagonist



The real highlight for me is the protagonist, Min-jung. He feels worlds apart from other Storytaco leads; he is calm yet expressive, and he is actually sharp enough to pick up on social cues, whether he is chatting with villagers or the girls. That said, his smooth-talker charm and slightly playful side are still there, which makes him feel like a well-rounded character. Massive credit to the voice actor as the delivery was so spot on that Min-jung felt truly alive.

After playing five Storytaco series, here is my personal protagonist tier list:

  1. Min-jung (Summer Heartbeat)

  2. Yu-man (Five Hearts Under One Roof S1 & S2)

  3. Han-bin (Don't Fool Me Beauties)

  4. Kim Jiwoo (Heroine Through My Lens) (Note: This list is subject to change as new games drop)

To give you some context: compared to someone like Yu-man—who leans heavily into comedy—Min-jung gives off a much more mature and stable vibe. That is exactly why he took the top spot for me.

Visuals, Editing, and Cinematography




When it comes to production value, I am not exaggerating when I say the cinematography is top-tier. Storytaco is easily one of the best developers in this field. The camera work is steady, and the lens choices—especially the beautiful Depth of Field bokeh—are perfect. It honestly felt like I was watching a high-end K-Drama on a premium streaming service.



The color grading gives off a warm, healing summer vibe—bright but peaceful. It fits the mood of Summer Heartbeat perfectly. I also loved how smooth the transitions were, with no annoying long black screens to break the immersion. Every frame felt intentional, and the "eye contact" with characters like Rory felt incredibly intimate because the POV shots were executed with such precision.

Mini-Games & Mechanics

Technically, the Quick Time Events (QTE) and mini-games are not as frequent here as in previous titles. But honestly, the balance is just right. It is not overwhelming, so I could stay locked into the story without being distracted by too many mechanical hurdles.

Localization & Subtitles





I have to give a huge shoutout to the subtitle quality. Even though I checked both English and Indonesian, I found myself leaning towards the Indonesian version because it is my native tongue. Storytaco clearly did not just use a basic translator; the language is fluid and organic. Using casual, everyday slang made the conversations feel very natural, like I was actually hanging out with friends. For this, I am giving them a solid 9/10.

Characters & Acting



If you ask who my favorite is, there is no contest: Rory. It is hard to even describe, but she is simply the best—no debate. Personally, I found her character to be incredibly cute, sweet, and exactly the type of girl who loves to be pampered. Plus, she has that short-haired look which is exactly my type, so she is perfect in my book. I will admit it, I have a total weakness for this archetype. I was so captivated that I did not dare make even a single wrong choice when talking to her. The actress did an amazing job of making me feel emotionally invested. Of course, the rest of the cast was great too, with each bringing their own unique charm.

Conclusion



All in all, I am giving this an 8/10. Storytaco has once again managed to bring something fresh to the table. Huge congrats on the release and thanks to the whole team for the hard work. I am looking forward to seeing them produce more high-quality games in the future. See you in the next one


Bahasa Indonesia

Review Summer Heartbeat: Sentuhan Fresh di Pedesaan Korea

Saya telah selesai memainkan Summer Heartbeat dengan total gameplay hours selama 16,1 jam. Dari total 160 achievement yang tersedia, saya berhasil memperoleh 55 achievement. Dalam memainkan game ini, saya menerapkan peraturan pribadi yang biasanya saya gunakan untuk semua game FMV, yaitu sebisa mungkin tidak membuka bad ending sama sekali karena saya lebih suka pengalaman yang mulus. Berdasarkan pengalaman tersebut, berikut adalah ulasan lengkap saya.

Summer Heartbeat berhasil banget membawakan suasana pedesaan Korea yang kental. Storytaco sukses bikin atmosfer yang immersive; interaksi sama penduduk lokalnya terasa nyata dan bikin kita sebagai pemain seolah keseret masuk ke dunianya. Walaupun tema ceritanya lumayan umum—soal utang dan bangun usaha—eksekusinya tetap terasa fresh dan beda. Saya sangat mengapresiasi gimana Storytaco selalu kasih sentuhan baru di setiap judul mereka.

Fase Cerita & Pacing

Kalau boleh saya bilang, pembawaan fase ceritanya lumayan cepat. Saat pertama kali memainkan game ini, saya mencatat bahwa penyelesaian untuk satu ending untuk satu karakter heroine atau ceweknya ada di kisaran 2,3 jam. Ini terasa lebih ringkas jika dibandingkan dengan judul-judul game Storytaco lainnya, di mana biasanya saya bisa menghabiskan waktu bermain (playtime) sekitar 3,6 jam untuk mendapatkan satu ending. Hal ini bikin alurnya terasa padat dan tidak bertele-tele.

Karakter Utama yang Lebih Matang

Satu poin yang paling saya soroti adalah penggambaran karakter utamanya, Min-jung. Di sini saya merasa lumayan berbeda dengan protagonis Storytaco yang lainnya; pembawaannya tenang tapi tetap ekspresif, dan dia juga sangat peka dengan situasi sekitarnya, baik ketika ngobrol sama warga ataupun sama para gadis. Meskipun begitu, sisi rayuan maut dan sedikit agak nakalnya tetap ada dalam dirinya, yang membuat karakternya terasa lebih berwarna. Saya juga sangat mengapresiasi voice actor di baliknya karena mampu membawakan penjiwaan karakter yang sangat bagus, sehingga sosok Min-jung terasa sangat hidup.

Berdasarkan pengalaman saya memainkan 5 seri game Storytaco, ini urutan peringkat protagonis versi saya:

  1. Min-jung (Summer Heartbeat)

  2. Yu-man (Five Hearts Under One Roof Season 1 & 2)

  3. Han-bin (Don't Fool Me Beauties)

  4. Kim Jiwoo (Heroine Through My Lens) (Catatan: daftar ini bisa berubah suatu saat jika ada game baru yang rilis)

Sebagai contoh, dari keempat karakter tersebut diambil Yu-man, tanggapan saya mungkin karena dia ini lebih condong ke sisi komedinya yang menghibur, sedangkan Min-jung ini memberikan kesan pria yang lebih dewasa dan stabil. Karena alasan itulah, Min-jung langsung naik ke posisi satu di daftar saya.

Visual, Editing, dan Sinematografi

Nah, kalau untuk yang satu ini, saya tidak ragu untuk bilang kalau kualitas pengambilan gambarnya dieksekusi dengan sangat bagus. Storytaco menurut saya adalah salah satu developer yang sangat juara dalam urusan begini. Penggunaan kamera yang stabil serta pemilihan lensa yang memberikan efek Depth of Field (latar belakang bokeh) terasa sangat pas. Jujur, saya merasa seperti sedang menonton drama Korea berkualitas di layanan streaming.

Selain itu, Color Grading-nya memberikan sentuhan hangat khas musim panas; warnanya cerah namun tetap memberikan suasana asri, tenang, dan healing. Ini sangat sesuai dengan atmosfer yang dibawakan Summer Heartbeat. Saya juga sangat menyukai transisinya yang halus dan minim jeda; tidak ada layar hitam yang terlalu lama yang biasanya bisa merusak imersi saat bermain game FMV. Dari sisi komposisi frame, penempatan karakternya sangat peka terhadap detail. Kontak mata dengan karakter seperti Rory atau heroine lainnya terasa sangat intim dan nyata karena sudut pandang kamera (POV) yang dieksekusi dengan sangat presisi.

Mini-Game & Mekanik

Secara teknis, Quick Time Event (QTE) atau mini-game di sini memang tidak sebanyak game Storytaco sebelumnya. Tapi menurut saya porsinya sudah pas dan tidak berlebihan, jadi kita bisa lebih fokus ke alur ceritanya tanpa terganggu banyak distraksi mekanik.

Lokalisasi / Subtitle / Kualitas Terjemahan

Ini yang wajib saya kasih jempol: kualitas subtitle-nya. Walaupun saya pantau pakai dua bahasa (Inggris dan Indonesia), saya cenderung jauh lebih menikmati versi Bahasa Indonesia-nya karena ini adalah native language saya. Storytaco serius banget garap ini; bahasanya tidak kaku, melainkan luwes dan organik. Penggunaan gaya bahasa tongkrongan yang kasual membuat percakapan terasa sangat akrab, seolah-olah kita sedang mengobrol langsung dengan teman sendiri. Untuk poin ini, saya kasih nilai 9/10.

Karakter & Akting

Kalau ditanya karakter favorit, jawabannya sudah pasti: Rory. Susah buat saya menggambarkannya dengan kata-kata, tapi pokoknya no debat, she is the best. Secara pribadi, saya merasa karakternya sangat lucu, imut, dan tipe cewek yang pengen dimanja—ditambah lagi cewek idaman saya memang tipe rambut pendek, jadi sudah sempurna. Jujur saja, saya lemah kalau sudah berhadapan dengan tipe seperti itu. Saking terpikatnya, saya sampai tidak berani mengambil keputusan salah sedikit pun saat sedang mengobrol dengannya. Kualitas akting pemerannya sangat berhasil membuat pemain merasa terikat secara emosional. Tapi bukan berarti pemeran lainnya biasa saja, semuanya tampil bagus dengan daya tarik masing-masing.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, saya memberikan nilai 8/10. Storytaco lagi-lagi berhasil memberikan pandangan baru di judul teranyar mereka. Selamat atas perilisannya dan terima kasih untuk kerja keras seluruh tim. Semoga ke depannya Storytaco terus menghasilkan game bagus dengan kualitas yang makin meningkat. Sampai jumpa di game selanjutnya.

07 Maret, 2026

Review: Roommate's Romance - Ring Ring Heart

 

After spending 11 hours to clear almost every route—achieving both the Happy and Normal Endings without hitting a single Bad Ending—and collecting 22 out of the 27 available Achievements, here is my detailed assessment:

1. Narrative & Characterization The storytelling is quite decent and engaging enough for fans of the genre. However, the protagonist's (MC) portrayal felt a bit flat initially. The voice acting for the MC came across as somewhat lethargic in the early chapters, though the character does show noticeable growth and becomes more relatable as the story progresses.

2. Performance of the Heroines The actresses for the heroines did a fantastic job. They truly embodied their characters with great depth. Regardless of their professional backgrounds, their acting quality was top-tier, reflecting the high production standards one would expect from a project backed by a major Japanese TV station.

3. Gameplay Mechanics & Minigames Regarding the gameplay systems, the variety of minigames is actually quite limited; I only encountered one primary minigame throughout the experience. The rest of the interaction relies heavily on Quick Time Events (QTEs), which are standard for the FMV genre. While functional, I would have appreciated a bit more mechanical diversity.

4. Cinematography & Visual Production Given the involvement of a major Japanese media house, the cinematography and video quality are exceptional. Everything is beautifully shot. My only technical critique would be the transitions; the use of traditional "fade in/out" methods feels a bit dated. It would be great to see more "seamless" transitions in the future, similar to those being adopted by modern FMV developers in other regions.

5. Pop Culture References One of the most charming aspects of this game is the inclusion of subtle nods to other media, such as anime and gaming. I personally spotted several "hidden gems"; for instance, the iconic "Omae wa mou shindeiru" line from the anime/manga Hokuto no Ken (Fist of the North Star). These references add a layer of fun for players who can recognize them.

6. Localization & Language Interface From a technical standpoint, I tested two of the seven available languages—English and Indonesian—for three hours each to compare the quality. Ultimately, I spent the majority of my playtime in Indonesian as it is my primary language. I must say, the Indonesian localization is excellent. The translation feels natural and utilizes a casual, colloquial tone that makes the dialogue feel authentic, allowing for a smooth understanding of the plot and conflicts.

7. Overall Conclusion Roommate's Romance is an overall charming experience. The heroines' performances are deeply immersive, and while the protagonist's voice acting starts off a bit underpowered, it improves as the chapters advance. Even though the pacing slows down slightly in the later stages, the journey remains thoroughly enjoyable.

Final Verdict: 8/10


Indonesia

Setelah menghabiskan waktu total 11 jam untuk menyelesaikan hampir seluruh rute (Happy Ending dan Normal Ending) tanpa menyentuh Bad Ending sama sekali, serta berhasil mengoleksi 22 dari 27 Achievement yang tersedia, berikut adalah ulasan jujur yang bisa saya sampaikan:

1. Narasi & Penokohan Penulisan ceritanya sebenarnya lumayan dan cukup menarik untuk diikuti bagi penggemar genre romansa. Hanya saja, pembawaan karakter utamanya (MC) terasa sedikit terlalu datar di awal. Pengisi suaranya terdengar agak kurang bersemangat, namun seiring berjalannya bab, karakter ini mulai berkembang dan menjadi lebih mudah untuk dinikmati.

2. Kualitas Pemeran Heroine Pemeran para heroine-nya sendiri menurut saya sangat berhasil membawakan peran mereka dengan sangat baik dan mendalami karakter. Kualitas akting mereka menunjukkan standar profesional yang tinggi, selayaknya produksi yang didukung oleh stasiun TV Jepang ternama.

3. Variasi Minigame Mengenai sistem permainan, setelah saya mainkan sampai selesai, variasi minigamenya tergolong minim karena pada akhirnya saya hanya menemukan satu jenis minigame utama. Selebihnya lebih banyak didominasi oleh Quick Time Event (QTE) yang sudah menjadi standar umum dalam genre game FMV.

4. Teknik Sinematografi & Visual Mengingat keterlibatan media besar di Jepang, kualitas pengambilan gambar dan videonya sangat memuaskan serta dilakukan dengan sangat baik. Namun, jika boleh memberi sedikit saran teknis, penerapan transisinya masih menggunakan metode fade in/out yang terasa agak tradisional. Akan lebih menarik jika kedepannya menggunakan transisi yang lebih seamless (mulus).

5. Referensi Media Populer Salah satu hal yang menarik di game ini adalah adanya referensi dari media lain seperti game dan anime. Saya jujur menemukan beberapa referensi yang disisipkan secara halus; sebagai contoh, ada kutipan ikonik "Omae wa mou shindeiru" yang merujuk pada anime/manga Hokuto no Ken (Fist of the North Star). Kehadiran referensi seperti ini memberikan kesan yang menyenangkan bagi pemain yang mengenalinya.

6. Kualitas Lokalisasi & Bahasa Secara teknis, saya mencoba dua bahasa dari total tujuh bahasa yang tersedia, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, masing-masing selama 3 jam untuk membandingkan kualitasnya. Namun, karena saya orang Indonesia, saya akhirnya lebih banyak menghabiskan waktu dengan Bahasa Indonesia. Kualitas terjemahannya sangat bagus dan terasa natural dengan penggunaan bahasa yang santai, sehingga alur cerita dapat dimengerti dengan sangat baik tanpa kendala bahasa.

7. Kesimpulan Keseluruhan Game ini secara keseluruhan cukup menarik. Akting para pemeran heroine-nya sangat memikat, meskipun di awal suara karakter utamanya terdengar sedikit kurang bertenaga, hal itu membaik seiring majunya cerita. Meski tempo penceritaan terasa sedikit melambat di bab-bab akhir, pengalaman bermainnya tetap sangat menyenangkan.

Skor Akhir: 8/10

27 November, 2025

Pandangan saya sama game genre fmv

 terserah orang mandang saya gimana, tapi ya  saya sekarang senang main game genre ini


Awal mula 


Jadi gini pertama kali saya tahu ada genre fmv itu pada tahun 2019 waktu itu nggak sebenarnya juga nggak sengaja karena nemu game namanya Summer sweet heart gara-gara karena ada youtuber yang main itu tanpa menyebutkan nama, kemudian saya berpikir loh kok asik yo, kemudian ya saya cobalah itu meskipun jujur lewat emulator. Dan terus terang aja saya sampai sekarang belum selesai main game itu dan stop dulu lah. 




Kemudian saya berpikir ah cobalah cari-cari di steam biasanya kalau di platform belanja game terbesar kayak gini mungkin opsinya bisa lebih bervariatif. Dalam pikiran saya seperti itu, kemudian cobalah saya cari ternyata memang ada genre 

dikhususkan untuk fmv ini. Saya selancari carilah beberapa judul yang sekiranya menurut saya menarik dan ketemulah knowledge or know ladies. Saya coba beli saya coba download. Pas saya main wah bagus juga ya hehe akhirnya tamat itu game. Dan akhirnya  ketemu judul lain seperti love all around, Master of Love, Five Heart Under One Roof dan lain sebagainya dan ternyata memang asik semua. Terus berlanjutlah hingga sekarang ini saat postingan ini dibuat  27 November 2025. Dan berikut beberapa alasan kenapa sekarang saya lebih fokus ke genre game FMV sekarang.


1. Harga murah 



Jadi sejauh saya beli dan download game genre fmv ini, untuk saya kesannya tidak keberatan dengan harga yang dipatok untuk rata-rata game fmv seperti ini. 



Karena yang saya temui sejauh ini yang saya beli itu harganya kisaran dibawah rp100.000 atau diantaranya paling mentok saya ada di 172.000. walaupun saya sebenarnya tahu aja ada beberapa genre fmv yang harganya bisa tembus 200.000 bahkan 600.000 juga ada, tapi sekali lagi saya belum ada kepikiran untuk menyentuh game fmv dengan harga segitu.


2. Merubah sudut pandang saya terhadap pesona wanita 




Tapi ini beneran jujur, soalnya gini saya itu orang yang selalu berpatokan kalau cewek the best itu opsi pandangan saya cuma satu patokannya cewek Jepang itu terbaik. Tapi sekarang semenjak saya sering main game genre fmv ini pasti saya mengeksplor beberapa judul dan 


kebanyakan memang dari Cina Korea lain sebagainya kemudian saya berpikir dan mengerti ternyata pesonanya gadis Korea sama Cina ini juga nggak kalah kok punya daya tarik sendiri gitu makanya sekarang saya sudut pandang saya berubah 180 derajat ini dan sekarang prinsipnya semua cewek punya daya tarik sendiri-sendiri. 




3. Seru ngatur-ngatur alur cerita.



Jadi kan basic-nya genre game fmv ini kita kayak nonton film tapi dalam kasusnya kita yang jadi produser kita yang jadi sutradara kita juga yang jadi pemainnya. Jadi kontrol ada di tangan kita. Di game kayak gini  biasanya kalau dalam cara saya mainkan game ini, saya membuat karakter utama itu seperti orang baik-baik yang penuh karisma dan suka menolong makanya saya utamakan untuk membuka Happy ending aja.


 kalau bisa, bahkan kalau misalnya dalam game itu disediakan ending mengharam ending 1 pria dikelilingi banyak wanita itu Saya senang banget tu hehe... Tapi ya ndak jarang juga saya kadang-kadang harus membuka bad ending untuk misalnya mendapatkan item tertentu walaupun sebenarnya saya males melakukanya/nggak mau ngeliat

4. Ukuran size-nya game fmv  biasanya nggak terlalu besar .



size download, terus terang aja saya termasuk orang yang perhitungan kalau masalah ukuran atau size file game yang saya beli. Walaupun ya beberapa game fmv juga ada aja yang ukuran filenya itu gede, sejauh ini yang paling gede selama saya main di steam itu sekitar 60 GB untuk satu game tapi memang ceritanya panjang jadi agak wajar. Tapi jangan kaget juga, di 
beberapa kasus ada game fmv yang ceritanya padat panjang tapi size-nya nggak lebih dari 25 GB itu dalam kasus kayak gitu saat ya akuin developernya hebat sih, bisa ngepres ukuran file tanpa mengorbankan kualitas videonya makanya saya pdpd aja kalau beli terus download game ini di steam karena ya itu ukurannya itu tadi yang banyak saya temui rata-rata memang di bawah 50 GB. 


Ya mungkin gitu aja lah, alasan kenapa saya sekarang lebih menyukai game genre fmv daripada genre lainnya untuk saat ini mungkin ke depannya Saya berharap saja makin banyak game seperti ini akan keluar di steam dengan beberapa cerita yang variatif dan development karakter yang lebih baik lagi. Karena ya game model begini jujur aja itu harus kuat di penulisan cerita terus development karakter gimana 

ada upload twist atau gimana konfliknya juga harus dipikirkan sebaik mungkin supaya memberikan kesan yang mungkin bisa romantis sedih kesal dan lain sebagainya. Ya Saya tahu saya bukan orang yang ahli dalam perfilman dan lain sebagainya karena ya bukan bidang saya ke sana tapi kan intinya game fmv memang begitu. Udahlah itu aja mungkin yang bisa saya sampaikan dalam postingan kali ini mungkin kurang lebihnya ya bisa ditambahin sendiri lah sekian dan sampai ketemu di postingan saya yang lainnya lagi. Makasih

09 Juni, 2025

Resident Evil 9 : Requiem keluar tahun depan, yang mau main saran saya nabung sekaranng



Oke jadi re 9 atau dikenal Resident Evil Requiem dan di sini kita memainkan karakter baru cewek namanya Grace Grace siapa gitu nama panjangnya lupa saya dan di game ini settingnya kembali ke Raccoon City setelah sekian lama. Dan setelah apa yang saya lihat di summer game fest. Pada trailer ini yang saya cukup perhatikan adalah ada audio atau suara dari Leon

Di menit 2:54. Entahlah di situ mungkin dia dimintai keterangan atau semacamnya, (sekedar tebakan saya aja) soalnya mau gimana ya wong ini juga baru di perlihatkan sama capcom trailernya dan tanggal resmi yang akan rilis di tanggal 27 Februari 2026 selain dari itu nggak ada informasi lebih lanjut jadi kita tunggu aja .


31 Mei, 2025

Saya coba Demo game Stellar Blade Steam

 




Oke so stellar Blade PC udah rilis ni versi demonya. Sekilas pendapat saya soal game ini. Saya perlu angkat topi untuk developernya karena mampu mengoptimalkan game ini dengan baik. Meskipun ya hardware yang digunakan kelas entry level gamenya masih bisa dimainkan dengan nyaman meskipun pada saya sendiri itu menggunakan settingan mix costume, medium low dan seperti yang kalian lihat di video saya itu saya bermain di kisaran 72+ FPS. Dan berikut adalah tambahan catatan tak tertulis pada saat saya memainkan di settingan lainnya kalau tadi settingan custom medium low saya dapat FPS sekitar 72+ begitu saya setting high Masih bisa jalan antar 38 maksimal dan kalau lagi startering dropnya bisa 26 FPS. Dan tambahan lagi di perangkat saya ini di settingan display saya setting full screen dengan settingan FPS saya unlimited karena kalau ikut vsettingan bawaannya FPS disetting ke 60 aja.


Bentar lagi ada tambahan dari salah satu pengguna Twitter Spanyol yang tweetnya di retweet developer stellar Blade dia mengatakan. Gamenya optimal dimainkan di pc-nya padahal dia bilang hanya menjalankan game ini dengan grafik card GTX 1650 vram 4 GB. Artinya kenapa ya tetap bisa main. Cuma ya tolong dengan catatan disesuaikan dengan kemampuan hardware yang di punya kalau mau enak ya lem biru lah (lempar beli baru)

Kesimpulannya apa apakah saya akan beli. Jawabannya antara iya dan tidak.

Iya karena saya tertarik story dan desain karakternya jujur aja nggak muna saya apalagi ada foto mode kan itu aja poin terpenting saya itu main game ini haha



Tidaknya adalah Karena saya mau membeli game lainnya dulu mungkin pada saat summer sale nanti ambil contoh aja saya hingga saat ini belum memainkan Dragon Ball tenkaichi bodohkai 4 (sparking Zero) Harvest moon wind of antos saya udah beli saya refund Saya kepingin main lagi. Tapi  harus beli ulang resident evil 4 remake pas orang lagi rame-rame saya belum main juga ah pokoknya banyak yang sebelum saya mainin dah.


Mungkin saya nunggu beberapa lagi untuk bisa beli stellar Blade ini dan tidak sekarang bahkan untuk summer sale nanti.

Oke mungkin segitu aja dulu untuk pendapat saya setelah memainkan demo stellar Blade PC. Sekian dan terima kasih

24 April, 2025

Anime Musim semi 2025

 


Halo teman-teman kembali lagi sama saya Abdi di Nurabdisite. Langsung aja saya tanpa basa-basi ini tiga anime yang saya tonton untuk musim ini memang nggak banyak dan yang penting ada aja lah soalnya musim ini saya kurang sreg nonton animenya lebih baik saya menunggu untuk musim depan.

Dan berikut adalah aja daftarnya


1. Danjo no Yuujou wa Seiritsu suru?



Jadi danjoru, saya lupa judul panjangnya apa intinya anime ini kayaknya ya saya tes ombak dulu lah istilahnya apakah ini rame untuk diikuti ceritanya menarik apa tidak development karakternya gimana. Dan apakah anime yang berdasarkan pada light novel ini akan mengikuti trend sekarang gimana cewek rambut pendek selalu menang mendapatkan kasih sayang dari sang karakter cowok utama. Tapi ya mengingat ini entah light novel manga apalagi animenya yang baru jalan satu episode kita lihat saja nanti


2. Kowloon Generic Romance




Iya iya, saya di postingan sebelumnya bilang kalau saya jenuh dengan cerita-cerita anime zaman sekarang yang kesannya template. Tapi setelah saya ubek-ubek (sebentar, apa sih bahasa Indonesianya menelusuri lebih dalam nah itu.) Saya menemukan anime ini judulnya Kowloon Generic Romance. Kalau sebelum sebelum ini saya genre romance-nya paling ya ya anak-anak remaja sekolahan, kali ini romance-nya agak beda dari sejauh yang saya lihat slice of life-nya kental banget emang sepertinya romance romance yang seperti inilah yang sepatutnya saya cari saya sudah nggak masuk lagi itu genre romance yang anak-anak sekolahan. Dan yang menarik dari anime ini, selain ceritanya bagus animenya itu visual stylenya anime 90-an tapi dengan pewarnaan dan shader zaman sekarang itu hal menariknya yang ada di anime ini. Silakan ditonton dan rasain sendiri anime ini tersedia di Bstation atau kalau kalian nggak mau langganan ya nonton aja di Ani-one Asia itu gratis oke udah sekian gitu aja.


3. Ballpark de Tsukamaete


Antara baseball dan penjual bir, ya akhirnya saya ketemu dengan anime yang pembawaannya santai ceritanya ringan dengan konflik yang sederhana. Dan judul animenya adalah Ballpark de Tsukamaete/catch me at balllpark anime genre sport tapi ada slice of lifenya anime yang bercerita tentang seorang penjual minuman lebih tepatnya bir sebenarnya yang namanya Ruriko, bagaimana usaha dia menarik pelanggan supaya mau beli dagangannya. Di sisi lain kita juga diperlihatkan dari berbagai macam sudut pandang orang-orang yang bekerja di stadium baseball tersebut mulai dari sudut pandang pelatih pemain maskot sampai istrinya pemain baseball tersebut juga disorot hayo, lagian juga animenya ini anime pendek bersambung jadi dalam panjang 22 menit itu ceritanya berganti-ganti. Rame sih anime kayak begini kalau dari sudut pandang saya ini saya merekomendasikan anime ini. Meskipun di database website anime skor anime ini itu biasa aja tapi itu bukan patokan bagi saya untuk tidak menonton anime ini.

Okelah teman-teman mungkin itu aja sedikit informasi postingan yang bisa saya sampaikan sampai ketemu di postingan-postingan saya yang lainnya and see you on the next one bye